Tuesday

Lelaki 60 tahun, setubuhi mayat wanita

ISNIN, 12 MAC 2012



TAPUT-“Sadis dan bejat. Tak manusia lagi itu. Mayat pun kau setubuhi”. Setidaknya kalimat ini keluar dari mulut ratusan inang-inang ketika tersangka, Solo Lumbantoruan (60) pelaku pembunuh, Lina br Napitupulu (40) warga Desa Lumban Ina-ina, Kecamatan Pagaran, Tapanuli Utara, Februari lalu, memperagakan diri saat membunuh lalu menyetubuhi korban.

Warga yang memadati area Mapolsek Siborongborong, Kamis (8/3) mengaku sangat membenci perbuatan tersangka. Bahkan, ketika tersangka memperagakan perbuatannya, tak luput dari teriakan warga dan berbagai kata-kata hujatan dan amarah. Sehingga, rekonstruksi di tempat terbuka itu, sempat ricuh akibat padatnya warga yang hadir. Tersangka sendiri didampingi penasehat hukum prodeo-nya, Tongam Manalu SH.

Saat gelar rekosntruksi ini, ribuan warga turut menyaksikan. Termasuk warga Desa Lumban Ina-ina dan kelima anak korban masing-masing, Juprianto Lumbantoruan (21), Imelda Lumbantoruan (16), Rudi Lumbantoruan, Rio Lumbantoruan (12) dan Lidia Lumbantoruan (9).
Bagaiman hasil rekonstruksi? Begini ceritanya. Solo Lumbantoruan, Sabtu (11/2) pukul 11.00 WIB berangkat dari rumahnya berjalan kaki menuju ladangnya sembari membawa sebilah pisau. Tersangka menyelipkan sebilah pisau dipinggangnya.

Di perjalanan menuju ladangnya, tersangka bertemu warga yakni Arram Lumbantoruan. Namun, saat akan tiba di perladangan tersangka, Arram berpisah jalan karena berbeda area ladang masing-masing. Kemudian, Solo langsung menuju ladang kopi milik korban.
Saat bertemu korban, Solo langsung menanyakan perihal utang korban Rp700 ribu. Korban yang kaget, langsung ketakutan melihat kehadiran Solo. Selanjutnya berteriak minta tolong. Merasa gugup, Solo mencekik leher korban lalu mendorongnya hingga jatuh ke tanah.

Saat itu, Lina melawan dan berusaha melepaskan diri dari cekikan tersangka. Namun, tersangka terus mencekik leher sambil menimpa tubuh korban dengan cara duduk di atas perutnya.
Karena terus mendapat perlawanan, tersangka langsung menarik sebilah pisau yang terselip dipinggang kanannya. Kemudian menusuk perut korban berkali-kali dan juga mengenai tangan korban. Saat itu, korban tidak berdaya lagi.

Melihat ketidakberdayaan ini, Solo melepaskan cekikan lalu membuang pisau disebelah tubuh korban. Saat itu, korban sudah tidak bernyawa.

Selanjutnya, Solo menyeret tubuh korban ke pinggiran kebun kopi, mengangkatnya ke semak belukar yang ada di sekitar kebunnya (sekitar 7 meter dari lokasi kebun kopi). Sesampainya disemak belukar, Solo membuka baju, dan celana panjang yang dikenakan korban hingga tubuh korban yang saat itu sudah bersimbah darah tinggal mengenakan celana dalam.
Setelah melucuti pakaian korban, Solo kembali menyeret tubuh Lina semakin jauh ke arah semak belukar (sekitar 35 meter dari lokasi semula). Saat itulah, Solo melampiaskan nafsu bejatnya terhadap Lina yang sudah tak bernyawa lagi.

Usai melampiaskan nafsu, Solo kembali ke tempat semula ia melucuti pakaian korban. Dengan maksud menghilangkan jejak, Solo mengumpulkan pakaian korban lalu meletakkannya tak jauh dari jasad itu.

Lalu Solo kembali ke kebun kopi korban untuk mengambil termos air, rantang berisi nasi, ember, kain sarung, biji kopi, gelas dan handphone milik korban. Perbekalan tersebut, ia sembunyikan tak jauh dari mayat korban. Sedangkan handphone ia kantongi. Selanjutnya, Solo kembali ke ladang miliknya (sekitar 200 meter dari kebun kopi milik korban) untuk membersihkan bercak darah yang melekat pada bajunya.

Setelah membersihkan pakainnya, Solo kembali ke rumah dengan cara memotong jalan lewat semak belukar dan melewati sebuah sungai. Saat itu, tersangka bertemu dengan Ruminta br Nababan yang tengah sibuk bekerja di ladang padi. Tersangka masih sempat menyapa Ruminta. “Lagi memupuk padi yak kak..?” lalu saksi Ruminta menjawab “Iya”.

No comments:

Post a Comment